Minggu, 27 Juli 2014

Tentang Pemilu 2014

Pemilu sudah selesai, walaupun masih ada yg susah move on saat pilihannya kalah, masih kampanye aja di wall sosmed.. :p Tapi ya weslah.. Hak masing2 juga kan, asal jangan sampai memfitnah, atau mempermalukan diri sendiri dengan ungkapan2 yang tolol. Saya ingat saat kampanye. sosmed masal dipenuhi para pembela pengusung capres masing2, berbeda dari pemilu2 dan kampanye sebelumnya, kali ini lebih panas. karna mungkin capres nya cuman ada 2 dan saling berhadapan langsung, ditambah debat2 di beberapa stasiun televisi yg panas. Namun yg saya sayangkan yang awalnya jadi teman, akhirnya jadi lawan, saling ejek, saling hina, dan gara2 statuspun ada yg tersinggung, yg friend jadi unfriend, saling sindir. Saya ingat salah satu status dari teman d FB saya mengejek salah satu capres : Lele pentol.. Saya sih geleng2 kepala, orang yg dia sebut Lele pentol pastinya lbh banyak punya prestasi dari pada si pembuat status yg cuman bisanya koar2 di sosmed jelek2in orang. Dan org spt ini lbh baik saya unfriend, bukannya saya memusuhi, tapi silaturahmi bisa diluar sosmed, jika dia membawa dampak dan pemikiran negatif, untuk apa saya berteman dengan org ini di FB. Saat hasil pengumuman capres sudah ditentukan, masih saja ada yg kampanye, dan ga terima saat jagoannya kalah. Berseloroh kalo yg kalah jagoan dari tim sebrang pasti juga akan bereaksi demikian, semuanya mungkin menurut saya, tapi kalo menebak2 bisa menimbulkan fitnah. Apa gak lebih baik meredam emosi, dan menerima dengan lapang dada, menerima kenyataan dan stop menjelek2an. Jangan lupa yg dia jelek2an adalah bakal Presidennya sendiri. Saya yakin di agama manapun diajarkan untuk menghormati pemimpinnya. Semoga pengalaman pemilu tahun ini menjadi pembelajaran untuk kita semua generasi mendatang untuk menyadari, perang badar di sosmed itu sangat ga penting dan bikin aura negatif aja. Lebih baik posting status yg enak2 dan kalopun pingin bela jagoannya pake cara yg lbh elegan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar